Tips Bagi Pasien dan Penyintas Kanker Saat Menjalani Ibadah Puasa

Bagi anda pasien dan penyintas kanker yang ingin menjalankan ibadah puasa. Berikut tips agar puasa anda tetap sehat dan ibadah lancar.

Berdasarkan keterangan Staf Medis Fungsional (SMF) Klinik Gizi RS Kanker Dharmais, komposisi nutrisi pada saat sahur dan berbuka, dianjurkan seimbang. Nutrisi yang memenuhi kebutuhan kalori per hari meliputi karbohidrat, protein dan serat. Usahakan, mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum karena dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Sedangkan sumber protein yang baik tidak hanya dari hewani seperti ikan , ayam, telur atau daging, melainkan bisa dari protein nabati seperti tahu, tempe dan kacang-kacangan. Sedangkan untuk porsi makanan, diperlukan pembagian berdasarkan jumlah takarannya agar lebih optimal, 10% saat berbuka, 40% setelah sholat maghrib, 10% selingan setelah tarawih dan sisanya 40% saat sahur. 

Akhiri waktu makan sahur mendekati  subuh, untuk menghindari waktu puasa yang terlalu lama. Pasien atau penyintas kanker juga perlu menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Untuk itu, minumlah minimal 8 gelas per hari dengan komposisi 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas saat malam hingga menjelang tidur.

Jangan lupa sertakan buah dan sayur  sebagai sumber serat. Jika diperlukan ONS (Oral Nutrition Supplement) atau susu boleh dikonsumsi, untuk melengkapi nutrisi dan mencukupi kebutuhan kalori si pasien. Yang pasti, jangan pernah melewatkan waktu sahur dan berbuka.

Jangan memaksakan diri untuk berpuasa jika merasa pusing atau lemas. Tidak disarankan berpuasa bagi mereka yang sedang kemoterapi melalui infus, mengalami keluhan mual dan muntah atau mengalami penurunan berat badan. Kenali signal pada tubuh dan selalu berkonsultasi pada dokter yang merawat.

Untuk itu disarankan khusus bagi pasien kanker yang sedang menjalani terapi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang merawat agar puasa tidak memengaruhi program terapi kanker dan juga bisa berpuasa dengan sehat.

Sumber : Artikel Yayasan Kanker Payudara Indonesia