TERAPI KOMPLEMENTER (TAMBAHAN)

TERAPI KOMPLEMENTER, ALTERNATIF, DAN INTEGRATIF: APA MAKNA ISTILAH-ISTILAH TERSEBUT?

Pada awal tahun 1990- an, suplemen diet dan metode terapi tertentu, seperti yoga dan hipnosis, diberi label sebagai terapi “natural” atau “non-konvensional”. Kemudian, istilah tersebut berganti menjadi complemen- tary and alternative medicine (CAM) yang bisa diartikan sebagai “terapi komplementer dan alternatif”. Istilah ini masih digunakan secara luas hingga saat ini.

Walaupun diucapkan secara bergandengan, ada perbedaan mendasar antara “terapi komplementer” dan “terapi alternatif”. Secara umum, terapi komplementer digunakan sejalan dengan terapi konvensional untuk membantu meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup selama terapi kanker, misalnya akupunktur digunakan untuk mengatasi mual akibat kemoterapi (sesuai istilahnya, “komplemen”, yang berarti “melengkapi”).

Sementara itu, terapi alternatif adalah jenis terapi yang mengklaim bisa mencegah, mendiagnosis, atau mengobati penyakit (dalam hal ini adalah kanker). Klaim tersebut umumnya tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat, bahkan tidak ada bukti ilmiahnya sama sekali. Contohnya, terapi homeopati atau naturopati.

Di luar dari istilah terapi komplementer dan alternatif, ada pula istilah lain lagi, yaitu terapi integratif. Terapi integratif termasuk konsep yang relatif baru diperkenalkan, yaitu integrasi (penggabungan) antara terapi komplementer dan terapi konvensional untuk menangani pasien secara menyeluruh. Menyeluruh di sini berarti dokter tidak hanya berusaha untuk mengatasi penyakit pasien saja, tetapi juga berusaha membantu meredakan stres, mengurangi nyeri dan kecemasan, mengatasi gejala, mempertahankan kekuatan dan fleksibilitas, dan meningkatkan perasaan sejahtera. Terapi integratif tidak ditujukan untuk menggantikan metode terapi konvensional, melainkan digunakan beriringan dengan terapi medis konvensional.

BAGAIMANA CARA MEMILIH METODE TERAPI KOMPLEMENTER?

Terapi komplementer sudah dipraktikkan lebih lama dibandingkan terapi konvensional, tetapi terapi komplementer tidak berasal dari uji klinis sehingga banyak kekurangan bukti ilmiah. Walau demikian, saat ini para ahli sedang melakukan penelitian berskala besar terhadap berbagai terapi komplementer untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Berikut ini sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih terapi komplementer.

  • Diskusikan berbagai pilihan Anda
  • Cari informasi yang terpercaya
  • Pertimbangkan manfaat vs risiko
  • Evaluasi penyedia pelayanan terapi
  • Pertimbangkan biaya
  • Ambil jalan tengah