Pola Makan Yang Baik Selama Kemoterapi

Kemoterapi tidak lepas dari efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping yang dialami, baik jenis maupun beratnya, berbeda-beda pada setiap individu, mulai dari yang ringan sekali sampai yang cukup berat, seperti sindrom hand-foot, chemo brain, letih dan lemah, perubahan kuku, sariawan mulut, tidak nafsu makan dan penurunan berat badan, mual-muntah, diare, infeksi dan masih banyak lagi lainnya. salah satu kunci supaya tubuh tetap sehat dan siap menjalani kemoterapi selanjutnya adalah dengan pola makan yang tepat. 

Dianjurkan agar Anda memakan makan ringan pada hari kemoterapi Anda. Makan dalam porsi kecil secara perlahan dan setiap beberapa jam tampaknya paling berhasil. Hindari melewatkan makan pada hari-hari ini dan hindari juga makan makanan berlemak, berminyak atau pedas.

Apa yang sebaiknya dimakan sebelum kemoterapi?

Makanan ringan dan hambar tampaknya bekerja paling baik. Beberapa contoh pilihan seperti: Yoghurt polos atau berbuah Buah segar, Telur rebus dan roti panggang dengan sedikit selai kacang, Sereal dan susu (atau susu kedelai, jika tidak toleran laktosa), Sup nasi ayam.

Selama kemoterapi, bawalah camilan kecil yang hambar. Anda bisa mencoba makanan seperti contoh diatas sekaligus camilan jus rendah asam (apel, anggur), yogurt cair dan buah-buahan seperti pisang. Bawalah botol air dan isi dengan minuman favorit Anda (hindari makanan asam yang dapat mengiritasi saluran pencernaan Anda).

Jika Anda tidak ingin makan saat kemoterapi berlangsung tidak apa-apa, tetapi ingat bahwa Anda mungkin merasa lebih baik dengan makan sedikit makanan hambar dan cairan. Minumlah dalam jumlah kecil setiap jam sesuai toleransi.

Apa yang saya makan setelah kemoterapi dan untuk beberapa hari ke depan?

Makan makanan dalam porsi kecil dan camilan sepanjang hari (bertujuan untuk 5-6 makanan kecil daripada 3 makanan besar). Makan rendah lemak, makanan hambar! Cobalah makanan yang lebih dingin atau dingin. Ini mengurangi bau dan aroma dan sangat penting jika Anda merasa mual. Makanan panas dapat memiliki bau yang lebih jelas, sehingga menyebabkan keengganan terhadap makanan tertentu. 

Minumlah cairan sesering mungkin—ini akan mencegah dehidrasi dan menghilangkan beberapa efek samping produk dari kemoterapi. Air adalah yang terbaik, tetapi ada sumber cairan lain seperti: Jus apel dan anggur nektar buah, Kaldu rendah garam, Sup bening, Es loli dan agar-agar. Teh herbal, seperti jahe dan mint. 

Sumber:

https://stanfordhealthcare.org/medical-clinics/cancer-nutrition-services/during-cancer-treatment/nutrition-during-chemo.html