Penggunaan Telepon Seluler Apakah Meningkatkan Risiko Kanker Payudara?

Ada cukup data tentang induksi kanker payudara melalui penggunaan ponsel dan perangkat nirkabel tetapi proliferasi sel kanker melalui paparan EMR seperti nirkabel (2,45 GHz) baru-baru ini dilaporkan (Naziroglu et al., 2012). Medan magnet ELF ambien 217 Hz dari ponsel dapat meningkatkan angiogenesis baik secara in vitro maupun in vivo sehingga mungkin dapat mendorong pertumbuhan tumor. Studi ini merekomendasikan pasien kanker untuk tidak terpapar ponsel (Mahna et al., 2020).

Sebuah studi menyimpulkan bahwa sampai diperoleh lebih banyak data mengenai apakah membawa ponsel dikaitkan dengan kanker payudara, lebih baik untuk menghindari potensi risiko (Jastaniah et al., 2016). Kecanduan smartphone, penggunaan smartphone >4,5 menit sebelum tidur, dan jarak yang dekat antara smartphone dan payudara secara signifikan meningkatkan risiko kanker payudara. Selain itu, kombinasi kecanduan smartphone dan penggunaan smartphone >4,5 menit sebelum tidur secara sinergis meningkatkan risiko kanker payudara (Shih et al., 2020). Studi ini mengungkapkan bahwa terdapat kerentanan sel yang jelas dari dari sel kanker terhadap ELF-EMF (Wang et al., 2021).

Kesimpulan:
Masih perlu studi yang lebih banyak mengenai efek penggunaan telepon seluler terhadap risiko kanker payudara. Namun cukup banyak studi yang mengungkapkan dugaan dampak risiko penggunaan telepon elektronik terhadap kanker payudara, sehingga dianjurkan untuk membatas penggunaanya terutama pada penderita kanker payudara.