PENEGAKAN STADIUM KANKER PAYUDARA

Stadium adalah sejenis skor untuk menentukan sudah seberapa jauh kanker menyebar. Stadium dilambangkan sebagai angka 1 hingga 4. Semakin tinggi angkanya, semakin berat penyebaran dari kanker. Sistem stadium yang umumnya digunakan adalah stadium berdasarkan Komite Nasional Kanker Amerika (American Joint Committee on Cancer, AJCC). Stadium ini menjadi salah satu dasar pertimbangan dokter untuk memilih terapi dan menghitung kemungkinan hidup pasien (perhitungan statistik).

Tentunya, penentuan stadium kanker tidak sembarangan. Ada dua cara menentukan stadium kanker payudara, yaitu penentuan stadium klinis dan stadium patologis. Stadium klinis ditentukan berdasarkan hasil di luar operasi (pemeriksaan fisik oleh dokter, pemeriksaan radiologi, dan hasil PA dari core biopsy). Sementara stadium patologis adalah stadium yang ditentukan berdasarkan hasil operasi. Stadium patologis lebih akurat daripada stadium klinis, tetapi terkadang operasi tidak bisa atau sebaiknya tidak dilakukan dengan segera sehingga digunakanlah stadium klinis.

Pada kedua stadium tersebut, baik klinis maupun  patologis, ada tiga informasi penting yang diperlukan untuk penentuan stadium kanker payudara :

  • T (tumor atau benjolan): ukuran benjolan kanker
  • N (nodes atau kelenjar getah bening): penyebaran ke kelenjar getah bening yang lokasinya di sekitar kanker
  • M (metastasis): penyebaran kanker ke organ yang lokasinya jauh dari payudara, seperti tulang, hati atau paru-paru.
  • Dengan kombinasi ketiganya, penggolongan stadium berdasarkan sistem TNM bisa dilakukan.

Artikel by Yayasan Smart Pink Indonesia