Panduan Aman Berpuasa Bagi Pasien Kanker

Umat muslim di seluruh dunia sebentar lagi akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Bagaimana dengan pasien kanker? apakah boleh berpuasa? berikut panduan aman berpuasa bagi pasien kanker.

1. Konsultasikan dengan Dokter Anda

Penderita kanker yang sedang mengalami efek samping dari pengobatan atau malah memiliki jenis kanker yang sudah menjalar (metastasis) ke tubuh bagian lain, sebaiknya tidak melakukan puasa. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan nutrisi selama mereka melewati semua proses pengobatan tersebut.

Namun, bila penderita kanker stabil dan tidak sedang mengalami komplikasi apapun, maka mereka masih memungkinkan untuk ikut menjalani ibadah puasa. Tentu saja, hal ini harus berdasarkan rekomendasi atau anjuran tim medis yang menanganinya.

Lakukan konsultasi medis ini jauh-jauh dari sebelum puasa tiba. Ini akan memudahkan dokter membuat pertimbangan dan membuat rencana puasa Anda jauh lebih matang.

2. Pastikan Kebutuhan Nutrisi Terpenuhi

Penyebab kanker adalah mutasi DNA pada sel yang membuatnya berfungsi tidak normal; terus membelah tanpa kendali. Agar sel-sel tubuh yang lain tetap sehat dan sel imun tetap kuat melawan sel kanker, pasien kanker harus mencukupi kebutuhan nutrisinya setiap hari.

Kebutuhan nutrisi untuk pasien kanker tersebut bisa terpenuhi selama puasa dengan menerapkan diet kanker . Sebenarnya, aturan makan pada pola makan ini sebenarnya hampir sama seperti pada hari-hari biasa, yakni anjuran mengonsumsi banyak buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan yang kaya antioksidan.

Bedanya, pasien kanker harus mengakali bagaimana mencukupi kebutuhan nutrisi tersebut hanya pada waktu berbuka hingga berakhirnya sahur. Dalam merencanakan diet ini selama puasa, Anda butuh arahan dari dokter onkologi atau ahli gizi khusus yang menangani kondisi Anda.

Salah satu tips aman menjalani puasa bagi pasien kanker adalah dengan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah.

Makanan bernilai indeks glikemik rendah dapat membuat tubuh pasien kanker lebih stabil dan menurunkan risiko perkembangan kanker.

Beragam makanan dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, roti gandum, atau sereal gandum yang memiliki serat tinggi, usahakan untuk dapat mengonsumsinya saat sahur maupun berbuka.

3. Minum Air Yang Cukup

Orang yang berpuasa rentan mengalami dehidrasi ringan yang menyebabkan timbulnya kelelahan, sulit konsentrasi, dan sakit kepala. Penting untuk mencegah dehidrasi saat puasa termasuk untuk pasien kanker.

Menurut American Cancer Society, kebanyakan pria dewasa membutuhkan 13 gelas air per hari, sedangkan pada wanita dewasa membutuhkan 9 gelas air per hari. Agar pasien kanker dapat memenuhi asupan cairan, upayakan untuk minum air putih selama berbuka hingga sahur berakhir.

Anda bisa mengakali minum air putih saat berbuka, sebelum dan sesudah salat tarawih, sebelum tidur, dan selama sahur.

4. Istirahat yang Cukup

Pasien kanker biasanya sulit tidur, entah karena efek samping pengobatan kanker atau stres menjalani pengobatan. Padahal, jam tidur yang optimal dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker untuk menghindari penularan penyakit.

Saat berpuasa, waktu tidur mungkin akan berubah dan mungkin saja berkurang. Agar tetap tercukupi, pasien kanker harus tidur lebih awal atau meluangkan waktu untuk tidur sebentar pada siang hari.

5. Hindari Memaksakan Diri untuk Berpuasa

Puasa Ramadan selama kurang lebih 30 hari, dapat menjadi tantangan besar bagi pasien kanker. Akan tetapi, selama 30 hari itu, pasien kanker tidak boleh memaksakan untuk menyelesaikan puasa hingga akhir.

Bila di tengah puasa pasien merasa tidak sehat atau merasakan munculnya gejala kanker, seperti tubuh lemah dan demam, akan lebih baik ia membatalkan puasanya. Memaksakan diri untuk menjalani puasa, tentu tidak akan memberikan manfaat bagi pasien kanker, malah memberikan pengaruh buruk. Oleh karena itu, pasien kanker harus paham betul bagaimana kondisi tubuhnya.

Sumber:

https://hellosehat.com/kanker/puasa-untuk-penderita-kanker/