Mengenali Kanker Payudara

 

 

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di payudara. Perlu diingat dan diwaspadai : kanker sangat jarang menyebabkan nyeri.  Gejala kanker yang paling sering  ditemukan oleh kebanyakan orang berupa benjolan. Sebagian kanker memberikan gejala seperti: perubahan kulit menjadi tebal dengan gambaran pori-pori yang menjadi sangat jelas seperti jeruk purut, puting susu yang awalnya terletak di luar menjadi tertarik ke dalam, keluar cairan berwarna merah atau coklat kehitaman dari puting susu, dan lecet di area sekitar puting (areola) seperti eksim yang tidak kunjung sembuh dengan pengobatan kulit biasa. Sedangkan jika seseorang menemukan kanker payudara sudah berupa luka atau borok, maka kanker payudara sudah berada pada kondisi yang cukup lanjut.

Semua wanita yang sudah mendapatkan menstruasi memiliki risiko mendapatkan kanker payudara, namun angka kejadian meningkat secara signifikan pada wanita di atas usia 40 tahun dan akan terus meningkat risikonya seiring pertambahan usia wanita, dengan angka kejadian kanker payudara tertinggi pada wanita berusia di atas 70 tahun.  Karenanya tidak tepat jika dianggap perempuan yang sudah berusia lanjut merasa lebih aman terhadap risiko kanker payudara sehingga enggan melakukan pemeriksaan atau skrining kanker payudara. Kanker payudara dapat mengenai laki-laki, namun hanya sebesar 1% dari seluruh kasus.

OUR CAUSES

Sekali lagi, satu hal yang penting bagi seorang wanita adalah: sangat penting untuk mengenali dengan baik payudaranya sendiri.  Alasannya karena, semakin baik seorang wanita mengenali payudaranya, semakin mudah ia menandai jika terdapat perubahan yang tidak biasa, sehingga dapat segera diperiksakan ke dokter.

MEET OUR TEAM

Sebelum membahas mengenai faktor risiko kanker payudara lebih lanjut, mari kita fahami bersama dengan apa yang dimaksud faktor risiko.

Faktor risiko berarti adalah hal-hal yang meningkatkan kemungkinan seseorang mendapat satu penyakit.  Seseorang yang memiliki faktor risiko kanker payudara, berarti ia memiliki kemungkinan lebih besar mendapatkan kanker payudara dibanding orang yang tidak memiliki faktor risiko, namun tidak berarti ia pasti akan terkena kanker payudara. Sebaliknya, tidak ada jaminan seseorang yang tidak memiliki faktor risiko kanker payudara tidak akan pernah terkena penyakit tersebut.  

Sehingga dapat disimpulkan, mengenali faktor risiko kanker payudara pada diri masing-masing  bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan jika memilikinya, dan memodifikasi faktor risiko yang dapat kita kendalikan, namun tidak perlu menjadi khawatir berlebihan.