Haruskah Konsumsi Kedelai Dihindari Bagi Penderita Kanker Payudara?

Meta-analisis dari berbagai studi prospektif menemukan bahwa peningkatan konsumsi soy isoflavone (zat yang paling banyak didapatkan di kacang kedelai) dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 3% untuk setiap peningkatan konsumsi sebanyak 10 mg/hari. Studi di China menyatakan bahwa konsumsi kacang kedelai dalam jumlah cukup tidak berhubungan dengan faktor risiko kanker payudara. Konsumsi kacang kedelai dalam jumlah tinggi dapat memberikan manfaat terhadap pencegahan kanker payudara (Wei et al., 2019).

Beberapa studi epidemiologi menunjukkan adanya hubungan yang linier antara peningkatan konsumsi kacang kedelai dengan menurunnya angka rekurensi dan/atau mortalitas pada penderita kanker payudara, terutama pada wanita chinese
(He et al., 2013).

Data epidemiologi menyatakan bahwa konsumsi kacang kedelai pada penduduk Asia (cenderung lebih tinggi) berhubungan dengan penurunan risiko kanker payudara, adapun beberapa studi menyatakan bahwa untuk mendapatkan efek proteksi yang maksimal maka paparan nya harus di mulai sejak awal-awal kehidupan (Messina & Wu, 2009).

Anggapan bahwa produk yang mengandung iso-flavone (kacang kedelai) mungkin merupakan kontraindikasi bagi penderita kanker payudara, awalnya berdasar pada penelitian yang menggunakan rodent. Kacang kedelai menekan pertumbuhan kanker payudara dengan menurunkan level JMJD5 (Wang et al., 2018).

Kesimpulan:
Konsumsi produk kacang kedelai tidak berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara, adapun konsumsi kacang kedelai mempunyai pengaruh terhadap pencegahan kanker payudara, penurunan angka rekurensi serta mortalitas kanker payudara, serta menekan pertumbuhan kanker payudara.