Pengaruh Makanan terhadap Kanker

Makanan memiliki berbagai pengaruh terhadap kanker, mulai dari mengurangi risiko, meningkatkan risiko, hingga mendukung pemulihan perawatan penderita kanker. Pemilihan makanan sehat dan bergizi sangat penting untuk mengurangi risiko kanker dan pemulihan bagi penderita kanker. Beberapa makanan yang meningkatkan risiko kanker juga perlu dihindari untuk anda konsumsi.

Makanan penurun risiko kanker

 

Mengonsumsi makanan sehat secara teratur dapat mengurangi risiko terjadinya kanker namun tidak ada jaminan bahwa makanan tertentu dapat mencegah kanker. Makanan sehat yang dapat mengurangi risiko kanker seperti protein nabati yang berasal dari tumbuh – tumbuhan. Protein nabati mengandung fitokimia atau fitonutrien, yaitu zat yang ditemukan pada tanaman yang dapat membantu mencegah penyakit kronis seperti kanker. Protein nabati yang dapat anda konsumsi seperti brokoli atau sayuran lainnya, kacang-kacangan, dan buah-buahan seperti strawberry, tomat, dan anggur.

 

Biji-bijian memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga baik untuk anda konsumsi. Makanan rendah kalori dan gula serta tinggi serat dapat menjaga berat badan anda. Nasi putih yang biasa dikonsumsi, dapat diganti dengan nasi merah yang mengandung lebih rendah kalori dan gula sehingga mencegah obesitas (kelebihan berat badan) dan mengurangi risiko kanker, karena pada dasarnya peningkatan risiko kanker terjadi akibat faktor obesitas ini, bukan jenis makanannya secara langsung.

 

Tips untuk makanan yang anda konsumsi adalah makanlah sayuran, buah-buahan dan biji-bijian sebanyak dua pertiga dari setiap piring yang anda makan. Senantiasa menyertakan makanan nabati dalam makanan sehari-hari serta mempertahankan berat badan yang sehat dan ideal, maka anda telah bertindak mengurangi risiko terjadinya kanker.

 

 

Daging dan risiko kanker

 

Mengonsumsi daging olahan (contoh : sosis, ham, salami, bacon) berhubungan dengan peningkatan risiko kanker lambung. WHO (World Health Organization) mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen grup 1 yang berarti terdapat bukti bahwa daging olahan dapat menyebabkan kanker, karena daging olahan yang terbuat dari daging merah juga mengandung nitrat dan nitrit sehingga meningkatkan risiko kanker. Sedangkan daging merah alami (bukan olahan) seperti daging sapi, domba dan babi baru dinyatakan sebagai “mungkin’ dapat menyebabkan kanker, terutama kanker usus. Teori yang masih bersifat kemungkinan menyatakan bahwa saat dicerna daging merah membentuk bahan kimia yang dapat merusak sel-sel yang melapisi usus sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus. Namun demikian, daging merah tanpa lemak dapat menjadi sumber penting zat besi, zinc, vitamin B12 dan protein. Dalam upaya mengurangi risiko kanker, anda hanya perlu membatasi jumlah daging merah yang anda makan bukan menghilangkan sepenuhnya dari jenis makanan yang akan anda makan.

 

Cancer Council (organisasi kanker) Australia merekomendasikan dalam upaya mengurangi risiko kanker , untuk tidak mengonsumsi lebih dari 455 gram daging merah matang per minggu, atau sama dengan 700 gram daging mentah. Jumlah tersebut setara dengan memakan daging matang sebanyak 65 gram tiap hari atau 130 gram sebanyak 3-4 kali seminggu.  Ukuran tersebut sebenarnya hampir sama dengan kebiasaan konsumsi daging rata-rata orang Indonesia. Karenanya kita tidak perlu mengkhawatirkan makan daging merah dengan pola diet seperti orang Indonesia umumnya. Sedangkan daging olahan merupakan makanan pilihan yang hanya boleh dikonsumsi sesekali. Pilihlah daging merah atau unggas bebas lemak, perbanyak ikan dan bahan makan bersumber dari tumbuhan (buah, sayur, beras merah, gandum utuh).

 

Untuk menambah rasa, anda dapat menambahkan bumbu masakan tanpa pengawet dengan paprika atau cabai. Tips memasak yang lebih sehat adalah dengan mengukus, merebus atau menggoreng dengan sedikit minyak, juga dapat dicoba metode slow cooking atau microwaving.  Mengenai membakar daging apakah meningkatkan risiko kanker atau tidak (disebabkan adanya karsinogen heterosiklik amin pada daging yang hangus), hal itu baru dibuktikan pada penelitian terhadap hewan, sedangkan pada manusia buktinya belum jelas. Jika anda sesekali ingin membakar daging, maka marinasi (rendam dengan bumbu terlebih dahulu) daging sebelum dibakar untuk menghindari daging menjadi hangus, selain akan mengempukkan dan menambah cita rasa daging.  

 

 

Pola makan sehat untuk penderita kanker

 

Pola makan yang bergizi dan teratur akan meningkatkan energi, mengurangi risiko infeksi dan membantu tubuh dalam pemulihan dari kanker. Protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air dibutuhkan dalam membentuk pola makan sehat dan bergizi.  Sebaiknya ahli gizi dilibatkan untuk memberikan konseling nutrisi yang tepat selama proses pemulihan penderita kanker.

 

Penderita kanker membutuhkan lebih banyak protein dan kalori (energi) dari pada biasanya. Makanlah makanan dengan porsi lebih kecil dan lebih sering sepanjang hari, jangan menunggu sampai merasa lapar. Anda perlu memilih makanan tinggi kalori, tinggi protein disetiap makanan yang anda konsumsi. Makanan ringan yang bergizi dapat membantu menambah energi seperti kue, keju, yogurt, sereal, susu dan buah-buahan. Makanan tinggi protein dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel serta sistem kekebalan tubuh sehingga dapat membantu mempercepat pemulihan dari perawatan penyakit kanker. Sumber protein yang baik untuk dikonsumsi seperti ikan, ayam, daging merah tanpa lemak, telur, susu, kedelai dan produk kacang-kacangan.

 

Penderita kanker perlu mengonsumsi cukup air dan cairan lain agar tidak mudah mengalami dehidrasi yang disebabkan karena kemungkinan munculnya efek samping dari pengobatan kanker seperti muntah atau diare. Namun, anda perlu menghindari mengonsumsi alkohol karena dapat mengganggu beberapa obat, perawatan kanker seperti kemoterapi dan meningkatkan risiko pengembangan jenis kanker tertentu.

 

Bagi penderita kanker, mungkin ada saat dimana merasa makanan tidak menarik untuk anda sehingga anda tidak ingin makan ataupun merasa terlalu lelah atau sakit untuk makan. Jika hal ini terjadi dalam beberapa hari, anda perlu mengonsultasikannya pada dokter yang merawat anda. Dokter dapat memberikan beberapa solusi seperti pemberian suplemen nutrisi, suplemen vitamin dan mineral atau pemberian makanan melalui selang makan jika diperlukan. Tetaplah selalu berkonsultasi kepada dokter yang merawat anda selama proses perawatan kanker, agar proses pemulihan kanker memiliki progresivitas yang lebih baik.

 

Berikut tips nutrisi bagi penderita kanker :

  1. Fokus pada makanan berbasis tumbuhan
  2. Utamakan buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna
  3. Memperbanyak konsumsi gandum utuh dan kacang-kacangan
  4. Pilih produk susu rendah lemak dan konsumsi dalam jumlah secukupnya daging merah, ikan, unggas
  5. Perbanyak minum air putih.

 


Referensi:

  1. Underferth, D. 2019. 36 Foods That May Help Lower Your Cancer Risk. https://www.mdanderson.org/publications/focused-on-health/36-foods-that-can-help-lower-your-cancer-risk
  2. Cancer Council.  Meat and Cancer. https://www.cancercouncil.com.au/21639/cancer-prevention/diet-exercise/nutrition-diet/fruit-vegetables/meat-and-cancer/
  3. Canadian Cancer Society. 2019. Nutrition for People With Camcer. https://www.cancercouncil.com.au/21639/cancer-prevention/diet-exercise/nutrition-diet/fruit-vegetables/meat-and-cancer/.
  4. The Mayo Clinic Breast Cancer Book 2012. Lynn C. Hartmann, M.D. dan Charles L. Loprinzi, M.D.

Penulis : dr. Fitria Adelita

Editor : dr. Farida B. Sobri, SpB(K)Onk.

Artikel ini milik Yayasan Onkologi Indonesia (YOI). Dilarang menyalin tulisan ini tanpa izin YOI.