Apakah Paparan Pestisida Meningkatkan Risiko Kanker Payudara?

Satu studi menunjukkan bahwa pasien kanker payudara menderita tingkat akumulasi pp′-dichlorodiphenyldichloroethane dan polychlorinated biphenyls-52 yang tinggi. Namun, konsentrasi pp′ dichlorodiphenyldichloroethane dan polychlorinated biphenyls-52 tidak berhubungan dengan parameter klinikopatologi kanker payudara. Analisis regresi logistik lebih lanjut menunjukkan poliklorinasi bifenil-52 dan pp′- diklorodifenildikloroetana merupakan faktor risiko kanker payudara (He et al., 2017).

Pestisida selain organoklorin, seperti klorpirifos, mungkin berperan dalam
peningkatan risiko kanker payudara (Tayour et al., 2019).

Penggunaan beberapa insektisida organofosfat berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara (Engel et al., 2017).

Studi pada tikus menujukkan bahwa kelenjar susu rentan terhadap eksposur pestisida organoklorin maupun non-organoklorin. Beberapa efek dari senyawa ini dalam model eksperimental yaitu peningkatan atau penurunan perkembangan payudara, gangguan proliferasi sel dan ekspresi serta sinyal reseptor steroid, peningkatan transformasi seluler ganas dan perkembangan tumor dan angiogenesis (Kass et al., 2020).

Studi yang ada tidak mendukung bahwa dikloro difenil trikloroetana (DDE)
meningkatkan risiko kanker payudara pada manusia (Park et al., 2014).

Kesimpulan:
Paparan pestisida dapat meningkatkan risiko kanker payudara.